about Hitler

Hitler tidak ragu-ragu meelakukan peembunuhan massal dengan kamar gas dan kamp konsentrasinya,karena ia berpikir sangat sulit membedakan antara seorang Yahudi dengan Yahudi lainnya,sehingga tidak mungkin memperlakukan satu orang Yahudi dengan baik dan di lain tempat memperlakukan Yahudi lainnya dengan kejam.

Iklan

Seks,Seksual,dan Seksualitas*)

Seks secara anatomi bicara tentang jenis kelamin,seksual bicara tentang,tidak hanya perkelaminan,tapi juga sifat dan perilaku si pemilik jenis kelamin,cara berpikir ,cara hidup,kebiasaan dan tingkat kecerdasannya.
Kemudian seksualitas punya cakupan yang lebih luas lagi,yakni bicara tentang bagaimana kelompok kolektif,sejak dimulainya sejarah kehidupan manusia,memandang,memahami,dan berpendapat tentang jenis kelamin untuk kemudian diaplikasikan dalam hubungan sosial secara struktur dan model hierarkhi secara kultur.
Bagaimana ideologi-ideologi mainsteram atau baku seperti komunisme,fasisme,liberalisme,sosialisme,bahkan agama,memandang dan berpendapat tentang jenis kelamin dalam keutuhan gerak organik mereka.
Seksualitas berkaitan dengan demografi dan populasi yang secara tidak langsung berpengaruh pada sendi-sendi kehidupan baik secara institusi dan perorangan,maupun individu beserta komunitasnya dan berkorelasi dengan perolehan konsumtif secara ekonomi.

Pada iklim tropik terdapat persediaan kebutuhan primer manusia mulai dari pakaian,makanan,tempat tinggal,bahkan uang.
Itu sebabnya masyarakat tropik cenderung sensual dan menarik secara seksual ketimbang orang yang berasal dari iklim kering di gurun atau iklim dingin yang ekstrem di padang salju kutub.
Seksualitas dalam kesempatan ini hendak dikemukakan sebagai persoalan energi hidup,masa depan dan identitas,bukan hanya libido menurut Sigmeund Freud yang mencakup oral,anal,dan genital,tapi juga sebuah paham dan pemahaman.
Sudah menjadi mitos dan rahasia umum,bahwa di antara kelompok manusia ,apabila pada mereka terdapat kelompok yang dominan secara jumlah,berilmu dan cerdas,serta mapan dalam hal materi,maka kelompok tersebut akan menjadi kelompok paling kuat dalam pergaulan kehidupan yang sudah mendunia saat ini.
Hal demikian tentu erat dengan persoalan paham mereka tentang seksualitas dan pemahaman mereka tentang itu dalam konteks kekinian.
Jadi dengan demikian sudah bisa diduga siapa sajakah dan apa sajakah lembaga-lembaga beserta produknya yang paling bertanggung jawab terhadap perilaku seksualitas yang sedang menggejala pada rentang jangkauan sosial,secara nyata dan sederhana.
Ini adalah persoalan tentang bagaimana sekelompok elit memandang dan mengumandangkan butir-butir pemahaman seksualitas mereka kepada seluruh umat manusia .
mereka hendak mengujicobakan kekuatan propagandisnya ,karena kekuatan propaganda bisa menjadi instrumen yang mendikte.
Dengan mengusung dan kalau bisa merapkan gagasan itu secara formal,serentak dan seragam.
Apakah akan berlaku akan berlaku untuk kemudian menjadikan mereka semakin kuat atau melemah karena dianggap tidak relevan dan mentah.
Karena konsep dan pemahaman setiap orang atau setiap kelompok memiliki ruang tersendiri yang eksklusif dan spesifik,tentu ruangan yang utama akan menjadi tempat favorit dan paling sering diakses serta dimanfaaatkan ,lalu dari sinilah popularitas serta trend dipantik untuk menjadi kobaran energi tanpa batas.
Demikian pula seksualitas beserta pemahaman dan pahamnya bisa diarahkan menuju keseragaman absolut dan imperatif.
Lingkungan,teknologi dan energi menjadi satu kekuatan integratif yang dapat diselaraskan dan erat kaitannya dengan seksualitas.
Siapa pun boleh menjadi penguasa dan kelompok mana pun boleh berkuasa ,tentu sesuai dengan mekanisme yang tersedia.Kalau seksualitas hendak dipakai sebagai instrumen untu memerintah atau paling tidak membujuk,sudah barang tentu ajakan tersbut bertujuan baik dan konstruktif ,bukan untuk menjerumuskan adan membumihanguskan masa depan umat manusia.
Seksualitas adalah energi yang tidak terbatas karena persediaannya dimiliki sepanjang masa.Namun bisa juga menjadi semacam bom atom yang pernah meluluhlantakan kehidupan di Hiroshima dan Nagasaki Jepang,atau juga wabah penyakit yang belum ada penawarnya ,seperti AIDS.
Persoalan klasiknya adalah seksualitas sebagai bagian dari komoditas komersial.Menghubungkan seksualitas dangan aktivitas perdagangan boleh jadi sebagai asumsi yang tidak akurat pada kesempatan ini ,namun seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan jaman,telah terdapat banyak fakta dan kenyataan yang berbicara bahwa,perolehan laba pada perdagangan yang berkaitan dengan sentimen jenis kelamin adalah fragmentasi yang dengan jelas menyatakan bahwa,yang bernilai paling tinggi adalah pemenang dan yang kalah pasti tertindas karena nilainya rendah,atau lebih tajam lagi menohok yaitu,superioritas adalah milik kaum patenalistik patrimonial,sementara yang tidak termasuk ke dalamnya berada di wilayah subordinat serta terpinggirkan secara sosiokultural.
Lantas masih adakah peluang untuk bergerak lebih baik dan lebih maju lagi,bagi kaum yang kalah dan tidak superior itu? Di sini barangkali bisa dikatakan bahwa,areal perdagangan adalah wilayah yang bisa berubah kapan saja dan dimana pun karena kompetitif,serta membutuhkan produk dan gagasan yang selalu dituntut untuk baru serta inovatif disesuaikan dengan permintaaan pasar yang sering tidak kunjung berhenti pada satu titik kepuasan saja.
Kondisi pasar yang senantiasa liberal dan opsional memungkinkan kaum yang tidak beruntung secara material dan kalah dalam pertarungan kekuasaan agar kemudian dapat memulai garis baru untuk mengonstruksi sebuah ikon monumental superioritas yang menakjubkan secara ekonomi.
Kemajuan teknologi yang diiringi dengan globalisasi adalah tahapan kehidupan manusia yang terus berlanjut dan dalam setiap fasenya selalu terdapat temuan-temuan yang populer.
Kalau seksualitas sebagai paham dan pemahaman ,maka teknologi tidak akan luput dari interaksi pengekspresiannya.Seksualitas sebagai pemahaman akan disebarluaskan secara sistematis dan periodik,dengan kemajuan teknologi,dan seksualitas sebagai paham akan menjadi perilaku dan perbincangan pada setiap kesempatan dan menjangkau seluruh kalangan yang berutang pada teknologi.
Teknologi adalah barang mahal dan berisiko tinggi ,oleh sebab itu fungsinya mesti dikembalikan pada posisi yang mula-mula,yaitu sebagai sarana untuk mempermudah dalam melakukan aktivitas yang bermanfaat serta bermakna positif.
Dan tentunya adalah benar tentang pendapat yang menyatakan bahwa,seksualitas bukanlah benda yang mesti dieksploitasi untuk kemudian diperjualbelikan.
Fakta sejarah menyebutkan,bahwa ketika seksualitas menjadi komoditas perdagangan,melalui kemajuan teknologi,maka yang terjadi adalah ketertindasan pada kaum lemah inferior dan secara hierarkhis adalah orang-orang yang tidak punya kekuasaan politik dan tidak punya cukup uang untuk menaikkan posisi tawar.

*) baca sejarah seksualitas Michel Foucault

Life Insurance

Tujuan mulia dari bisnis asuransi jiwa adalah bahwa harus ada yang melanjutkan hidup,jadi asuransi jenis ini bukanlah karena orang pasti meninggal.Pada kenyataannya sekarang ini ,bisnis asuransi adalah bisnis klaim,kalau tidak ada klaim ,maka tidak terjadi transaksi dan perputaran uang,apakah ini sesuatu yang salah ? tidak sama sekali,karena fungsi asuransi selain proteksi yakni investasi.

Pada bisnis yang sekuler da tidak bertimbang rasa,mungkin asuransi bukanlah pilihan primer,tetapi bila anda menginginkan asuransi sebagai bisnis yang Anda pilih,keuntungan yang Anda peroleh tidak kalah pentingnya dengan perdagangan yang mengutamakan profit semata.

Adalah kemanusiaan,bila Anda sebagai pemegang polis Asuransi tidak dapat lagi menggunakan hak Anda atau meninggal,maka Anda dapat memindah tangankan hak tersebut kepada orang lain yang Anda pilih sebagai ahli waris.

Jadi apakah Anda tertarik untuk iku Asuransi Jiwa? Saya sudah mencobanya saya akan terus mencobanya sampai mendapatkan keuntungan yang tidak dapat diperoleh dari bisnis jenis lainnya,yaitu bahwa keputusan saya adalah tepat karena orang lain juga mendapat manfaat dari keputusan tersebut,so JOIN US!

Demokrasi

Demokrasi tidaklah absolut sebagai sistem pemerintahan tetapi relatif karena disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter suatu negara,apabila agama adalah suatu ideologi ,maka kitab suci agama tersebut sebagai konstitusinya,apakah demokrasi bertentangan dengan agama?atau malah demokrasi dapat selaras dengan agama ? Apabila demokrasi dan agama mengurusi cara hidup manusia agar baik dan benar,maka keselarasanlah yang terjadi,apabila demokrasi dan agama semata-mata mengurusi kekuasaan dan kepentingan penguasa maka,konflik berkepanjangan dan kehancuran hidup manusia tersebut yang menjadi akhir.

Demokrasi merupakan sistem penyelenggaraan negara yang mutakhir setelah agama -agama besar di dunia menjadi tatanan hidup manusia yang digunakan sebagai landasan untuk menyelenggarakan suatu negara dan karena demokrasi adalah buatan manusia sehingga bersifat relatif lalu terjadi kompromi dan tawar-menawar dalam hidup berbangsa-bangsa dalam suatu negara dengan semangat from the people,by the peopleĀ  ,to the people, may the LORD bless Indonesia,merdeka!

Uang,yang membedakan kelas atas dengan kelas bawah dalam penggunaan uang adalah sebagai berikut, kelas bawah menggunakan uang tidak lebih dari sekadar voucher atw kupon belanja, misalnya untuk beli sembako, beli bahan bakar minyak, atw bayar cicilan barang-barang kebutuhan rumah tangga.Kelas atas menggunakan uang untuk keperluan investasi,yaitu beli saham ,obligasi,deposito,atw sekadae untuk rekreasi dan wisata.

View on Path